Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah keberadaan tanaman tua atau rusak. Data statistik perkebunan 2025 mencatat sekitar 57.167 hektare tanaman tua atau rusak yang berpotensi masuk dalam program peremajaan.
Potensi tersebut menjadi ruang untuk meningkatkan produktivitas tanpa semata-mata mengandalkan pembukaan lahan baru.
Pada sektor hortikultura, Sultra memiliki basis produksi yang tersebar di hampir seluruh wilayah. Data Statistik Hortikultura 2025 menunjukkan produksi bawang merah mencapai sekitar 3.970,35 kuintal, cabai besar 27.554,90 kuintal dan cabai rawit sekitar 42.058,43 kuintal.
Produksi buah tahunan juga menunjukkan angka besar. Durian mencapai sekitar 340.346,67 kuintal, jeruk siam/keprok 121.629,94 kuintal, mangga 198.928,12 kuintal dan nanas sekitar 396.808,07 kuintal.
Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan pertanian Sultra memiliki basis produksi yang tersebar, dengan karakter komoditas dan sentra yang berbeda-beda di setiap daerah.
