Karena itu, agenda yang dikembangkan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Penataan kawasan, penguatan sarana produksi, pascapanen, pengolahan, kemasan, distribusi, data pertanian dan akses pasar menjadi bagian dari arah pengembangan.

Dalam arah pengembangan perkebunan dan hortikultura, salah satu agenda yang mulai ditekankan adalah hilirisasi.

Jambu mete, pala, kelapa, lada, tebu dan kakao menjadi sejumlah komoditas yang dipetakan untuk dikembangkan dari sisi produksi hingga pengolahan.

Pendekatan tersebut menempatkan petani bukan hanya sebagai produsen bahan mentah, tetapi sebagai bagian dari rantai ekonomi yang terhubung dengan pengolahan dan pasar.

Di sektor hortikultura, lima agenda yang dipetakan meliputi penataan kawasan dan komoditas, penguatan produksi dan ketahanan usaha tani, penguatan pascapanen serta hilirisasi dan pasar, penguatan data dan informasi, serta penguatan kelembagaan dan kolaborasi.