Rossa kemudian mengaku telepon genggamnya mendapat perlakuan dari salah seorang ajudan. Ia membantah mengarahkan ponselnya secara agresif kepada gubernur.

“Padahal saya tidak menyentuh apa pun, bahkan tidak menodong-nodongkan HP ke Rudy Mas’ud,” katanya.

Kader GMNI lainnya, Ridwan, juga mengaku mengalami kontak fisik. Ia mengatakan seorang ajudan menghampirinya sebelum melakukan tindakan yang disebutnya sebagai dorongan menggunakan tubuh.

“Dia menghampiri saya, tiba-tiba langsung mem-body,” ujar Ridwan.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari laporan mengenai dugaan intimidasi terhadap mahasiswa. Hingga informasi itu disampaikan, belum ada penjelasan langsung dari Asky mengenai tuduhan tersebut.