Kepada Telisik.id, alumni SMAN 4 Kendari tersebut mengakui jika dirinya memang tertarik dengan kebudayaan Sulawesi Tenggara sejak kecil. Ia bercerita, saat dirinya meraih peringkat pertama di saat SD, ayahnya menawarinya hadiah, dan dia menjawab bahwa ia ingin pergi ke museum.
Melalui jawabannya tersebut, Evan menyadari kecintaannya pada museum telah ada sejak dini, hal tersebut yang kemudian mendorongnya untuk mengikuti ajang pemilihan duta museum ini.
Evan bercerita, proses pemilihan duta museum cukup panjang, mulai darj tahap awal pendaftaran, yang mana saat itu ia mendaftar di H-2 pendaftaran tutup setelah dibuka selama 1 bulan.
Tahap kedua ialah tantangan pembuatan konten di museum. Kemudian tahap berikutnya, yaitu audisi dan wawancara. Menurutnya tahap ini adalah tahap yang paling menegangkan, karena menjadi pintu awal penentuan menjadi Top 10 untuk bisa melaju ke tahap grand final.
Setelah melewati beberapa tahapan tersebut, dirinya kemudian menuju tahap terakhir, yakni grand final saat itu selama 1 menit, menjawab pertanyaan para juri, hingga akhirnya dirinya menyandang gelar Duta Museum Sulawesi Tenggara 2023.
