Meski demikian, BK tetap menegaskan bahwa ucapan dalam video itu sangat berat karena menyebutkan akan menghabiskan uang negara. Fikram mengatakan, “Ada potensi (pemecatan), yang jelas apa yang diucapkan dalam video tersebut sangat berat karena sudah menyebut negara kita miskinkan negara.”
Kasus ini menjadi perhatian publik karena Wahyudin adalah anggota DPRD termuda di Provinsi Gorontalo, baru berusia 29 tahun. Ia terpilih dalam pemungutan suara ulang (PSU) Pileg 2024 dari daerah pemilihan Gorontalo 6. Selain itu, ia juga dikenal sebagai anak dari mantan Bupati Boalemo, Darwis Moridu.
Baca Juga: Sosok Kompol Anggraini Putri, Disebut Terlibat Skandal Asmara dengan Irjen Krishna Murti
Sementara itu, lewat akun media sosial pribadinya, Wahyudin telah menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui bahwa tindakannya tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.
“Saya salah, dan saya menerima ocehan apapun dari masyarakat,” tulisnya.
