BANDAR SERI BEGAWAN, TELISIK.ID - Nama Brunei Darussalam mencuat, setelah negara tersebut dimasukkan oleh Amerika Serikat (AS) dalam daftar hitam terkait perdagangan manusia.
Di balik berita tersebut, sosok Hassanal Bolkiah, Sultan Brunei, dikenal sebagai salah satu pemimpin monarki terkaya saat ini.
Dalam Laporan Tahunan Departemen Luar Negeri AS yang dimuat AFP, diketahui bahwa negara Islam ini masuk dalam kategori tingkat 3. Ini berarti Brunei dianggap tidak berbuat cukup dalam melawan perdagangan manusia.
Konsekuensi dari temuan ini adalah kemungkinan dikenakannya sanksi atau pengurangan bantuan dari AS.
Melansir CNBC Indonesia, Rabu (26/6/2024), temuan AS mengenai kurangnya tindakan terhadap perdagangan manusia kontras dengan kekayaan melimpah Brunei Darussalam.
