Sultan Brunei juga terlibat dalam proyek pembangunan tol di Jakarta melalui perusahaan Citra Marga Nusaphala Persada milik Tutut. Brunei berinvestasi sebesar US$ 70 juta pada tahun 1997 untuk proyek ini.
Berkat berbagai investasi tersebut, pendapatan pribadi anggota keluarga kesultanan Brunei meningkat drastis.
Adik Sultan, Jefri Bolkiah, memiliki lebih dari 2.300 mobil bermerek Ferrari, Rolls Royce, dan Bentley, serta delapan pesawat pribadi dan satu helikopter. Anak Jefri, Faiq Bolkiah, bahkan pernah dinobatkan sebagai pesepakbola terkaya, melampaui Cristiano Ronaldo.
Kekayaan juga dinikmati oleh Sultan Hassanal Bolkiah. South China Morning Post mencatat bahwa kekayaan Sultan mencapai US$ 28 miliar atau sekitar Rp 435 triliun. Selain itu, ia memiliki sekitar 6.000 unit mobil, termasuk Rolls-Royce berlapis emas.
Semua kekayaan ini menempatkan Sultan Hassanal Bolkiah sebagai salah satu raja terkaya di dunia, berada di urutan kedua sebagai raja terkaya di Asia Tenggara. Sultan Hassanal Bolkiah, yang nama lengkapnya adalah Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Wad'daulah ibni Omar Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien, lahir pada 15 Juli 1946.
