Sebelum terkenal dengan Payung Teduh, Is Pusakata sudah aktif di dunia musik. Namun, ketenarannya melejit setelah bergabung dengan Payung Teduh pada tahun 2007 bersama dengan Comi.

Bersama Payung Teduh, Is Pusakata menciptakan beberapa lagu hits seperti "Akad," "Berdua Saja," "Di Atas Meja," dan "Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan."

Setelah 11 tahun bersama Payung Teduh, Is Pusakata memutuskan untuk meninggalkan grup tersebut karena merasa tidak lagi memiliki visi yang sama dengan anggota lainnya. Namun, karier musiknya tidak berakhir di sana, dan ia memilih untuk melanjutkan sebagai musisi solo, terus menciptakan banyak lagu.

Prestasinya di dunia musik termasuk penghargaan AMI Award untuk Penata Musik Pop Terbaik dan Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Terbaik. Is Pusakata tetap menjadi sosok yang berpengaruh dalam industri musik Indonesia.

Dalam aksinya di Kendari pada kegiatan Temu Kolaborasi untuk Palestina, Is Pusakata hadir membawakan lagu-lagunya yang menenangkan hati pendengarnya sembari mengajak masyarakat Kendari berdonasi untuk Palestina di jeda tiap lagunya.