Hubungan ini dimanfaatkan oleh Bokassa untuk mendapatkan legitimasi dan dukungan militer dari Prancis, yang membantu mempertahankan kekuasaannya selama tiga belas tahun.
Kerja sama antara Prancis dan Kekaisaran Afrika Tengah juga melibatkan kesepakatan pembelian uranium yang digunakan sebagai bahan bakar industri nuklir Prancis.
Bokassa menggunakan kesempatan ini untuk mengeksploitasi sumber daya negaranya, sementara Prancis mendapatkan keuntungan dari hubungan yang erat dengan sang Kaisar.
Namun, kekejaman Bokassa akhirnya membawa malapetaka bagi dirinya sendiri. Kabar mengenai tindakan tidak manusiawi yang dilakukannya sampai ke telinga masyarakat internasional, termasuk Prancis.
Salah satu peristiwa yang paling menggemparkan adalah ketika Bokassa secara pribadi memukuli seratus anak hingga tewas karena mereka menolak mengenakan seragam sekolah yang diproduksi pemerintah.
