Salah satu tradisi yang dilaksanakan adalah perjalanan kaki sejauh lima kilometer menuju markas Brigif, yang menjadi simbol pengenalan dan kecintaan pada satuan.

Dalam rangkaian tradisi tersebut, Letkol Inf Laode juga turut serta, berjalan kaki sambil membawa parasut penerjun dan mengenakan helm prajurit, sebagai bagian dari kehormatan dan pengabdian pada satuannya.

Baca Juga: Rincian Lengkap Harta Letjen Kunto Arief Wibowo, Putra Try Sutrisno Batal Dimutasi di Tengah Pemakzulan Gibran

Letkol Inf Laode juga tidak asing dengan tantangan berat. Sebelumnya, ia menggantikan posisi Letkol Inf Harri Ferriawan Rumawatine di Yonif Para Raider 433/Julu Siri, sebuah satuan elite Kostrad yang terkenal dengan disiplin tinggi dan kemampuan tempur yang mumpuni.

Tugas tersebut menuntut Laode untuk memimpin pasukan dalam berbagai operasi militer yang penuh tantangan, serta memastikan kesiapan satuannya dalam melaksanakan tugas negara.