Baca Juga: Prof Dr Asriyana, Inspirator yang Rendah Hati: Perempuan Sultra Harus Berani Memimpin

Meski menghadapi keterbatasan logistik dan ancaman serangan, ia tetap berada di garis depan pelayanan kesehatan.

“Ia tanpa lelah memimpin RS Indonesia dalam situasi sulit, berusaha menyediakan layanan medis penting bagi rakyat Palestina meskipun terus-menerus diancam serangan udara Israel,” lanjut pernyataan dari MER-C Indonesia.

Kematian Marwan Al Sultan bukan hanya kehilangan besar bagi Palestina, namun juga bagi dunia kemanusiaan internasional. Dedikasinya dalam memperjuangkan hak rakyat Gaza atas layanan kesehatan menjadikannya simbol perjuangan tenaga medis di wilayah konflik. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani