“Dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah. Karena bagaimana saya harus masak nasi atau kawan nasi, sedangkan apa pun tidak ada di rumah,” ujar Melda.
Melda mengungkapkan bahwa sejak kejadian itu hubungan rumah tangganya mulai renggang. Dalam kemarahan, sang suami menjatuhkan talak kepadanya.
“Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan satu, dua, tiga, lalu dia pergi membawa bajunya,” tambah Melda.
Perempuan asal Aceh Singkil itu mengaku kecewa karena perceraian terjadi saat dirinya berharap hidup keluarganya membaik setelah sang suami diangkat menjadi PPPK. Menurutnya, selama ini mereka berjuang bersama dari nol.
“Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama. Saya sempat berharap setelah dia dilantik jadi PPPK, bisa sedikit membantu perekonomian keluarga,” kata Melda.
