Saat itu, tidak ada penerus takhta yang cukup dewasa untuk menggantikan posisi raja, sehingga Ratu Shima mengambil alih kekuasaan sebagai pemimpin tertinggi kerajaan.
Selama masa kepemimpinannya, Kerajaan Kalingga mencapai puncak kejayaan, terutama dalam bidang perdagangan. Ratu Shima yang bergelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara berhasil menjadikan Kalingga sebagai pusat perdagangan yang ramai dikunjungi pedagang dari berbagai negara.
Pelabuhan Jepara berkembang pesat sebagai pusat perdagangan di bawah pemerintahan Ratu Shima. Para pedagang dari berbagai wilayah, termasuk China dan India, datang untuk berdagang di Kalingga.
Sejarah mencatat bahwa Kalingga juga menjalin hubungan dagang dengan Dinasti Tang di China. Dalam naskah-naskah China kuno yang terangkum dalam Catatan Tionghoa (2009), disebutkan bahwa pedagang China sering mengunjungi Kalingga dan menyaksikan kejayaannya.
Kerajaan ini dikenal makmur, terutama karena garam menjadi salah satu komoditas ekspor utama yang sangat berharga pada masa itu.
