Selain perdagangan, Kalingga juga dikenal sebagai pusat pendidikan dan keagamaan. Ratu Shima mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga rakyatnya mengenal aksara dan ilmu astronomi.
Di Kalingga juga terdapat pusat agama Buddha Hinayana yang menarik banyak pemeluk Buddha untuk belajar di sana.
Nama besar Ratu Shima bahkan terdengar hingga ke luar negeri, termasuk di Jazirah Arab yang saat itu telah memasuki era kekhalifahan. Popularitasnya terutama disebabkan oleh ketegasannya dalam menegakkan hukum, terutama dalam melarang pencurian di wilayahnya.
Salah satu kisah terkenal adalah tentang Raja Arab yang dikenal sebagai Ta-Shih. Ia mendengar kabar tentang ketegasan Ratu Shima dalam menegakkan hukum dan memutuskan untuk menguji rakyat Kalingga dengan meletakkan karung emas di jalanan.
Beberapa bulan berlalu, namun tidak ada satu pun rakyat Kalingga yang berani mengambil karung emas tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat patuh terhadap aturan ketat yang diterapkan oleh Ratu Shima.
