Baca Juga: Biliar Jadi Salah Satu Pilihan Pemuda di Kendari Hilangkan Kejenuhan

Kariernya sebagai guru dimulai di MAN 1 Kendari, termasuk menjadi pembina siswa asrama. Dari pengalaman itu, Nur Aida mulai membangun pendekatan pembinaan berbasis karakter dan mental juara. Salah satu langkah besarnya adalah mendirikan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMANO 2 Kendari pada tahun 2011.

KIR menjadi wadah bagi siswa dalam berinovasi dan berkompetisi, menghasilkan sederet prestasi mulai tingkat kota hingga nasional.

“Kami pernah masuk lima besar nasional di Bogor. Dari situ saya sadar, siswa butuh wadah untuk berkembang. Maka saya bangun sistem dan rekrut siswa yang berminat secara serius,” tuturnya.

Hasilnya, KIR menjadi lumbung prestasi sekolah dalam karya tulis ilmiah dan debat ilmiah. Semakin banyak siswa yang berminat untuk menjadi bagian dari KIR.