Setelah dilakukan pengecekan oleh aparat kepolisian, kedua korban ditemukan duduk di bangku tengah mobil. Keduanya dalam kondisi lengkap berpakaian dan tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
Di dalam mobil juga ditemukan identitas Muhammad Daib Hawari sebagai praja IPDN, serta pakaian institusi yang memperkuat identitasnya.
“Kami temukan identitas laki-laki sebagai praja IPDN di dalam kendaraan,” lanjut AKP Jimi Fernando dalam pernyataan resmi kepada awak media.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian keduanya. Namun, dugaan sementara mengarah pada keracunan karbon monoksida akibat sistem pendingin udara mobil yang terus menyala di ruang tertutup tanpa ventilasi.
“Dugaan awal adalah keracunan gas. Saat ditemukan, kendaraan dalam keadaan mesin hidup dan tertutup rapat,” tambah Kombes Boy.
