Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat posisi Bahrain di kawasan Timur Tengah. Pada September 2020, Hamad mengambil keputusan penting dalam kebijakan luar negeri negaranya.

Ia menormalisasi hubungan Bahrain dengan Israel, menjadikan Bahrain sebagai negara Arab kedua yang melakukannya setelah Uni Emirat Arab. Keputusan ini diambil dalam konteks perjanjian yang difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Meski telah menjalin hubungan dengan Israel, Hamad menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Ia menyatakan bahwa Bahrain tetap berkomitmen pada upaya perdamaian yang berkeadilan bagi semua pihak yang terlibat. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin