“Padahal menurut saya bahasa daerah itu unik, contohnya bahasa Tolaki yang terdengar seperti bahasa Jepang,” jelasnya.
Sastra kemudian menceritakan pengalamannya selama proses pemilihan Duta Bahasa hingga kemudian dinobatkan sebagai Duta Bahasa Sulawesi Tenggara, dalam proses pemilihan tersebut, dirinya membuat krida berupa animasi untuk melestarikan Singguru, bahasa daerah Tolaki yang berisi teka-teki dari ungkapan, pikiran, dan perasan khas Tolaki.
Saat dinobatkan sebagai Duta Bahasa Sulawesi Tenggara, Sastra kemudian merancang berbagai krida untuk ditampilkan di ajang Pildubasnas 2023, hingga kemudian merujuk pada satu krida yakni Literasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk pasien yang memasuki tahapan rehabilitasi.
Dalam krida tersebut, Sastra bercerita pengalamannya bertemu para pasien RSJ yang memasuki tahapan rehabilitasi, namun kehilangan kemampuannya dalam hal literasi. Dalam prosesnya, Sastra banyak melakukan konsultasi dengan berbagai pihak termasuk psikolog untuk membuat krida yang memiliki dampak berkelanjutan untuk pasien-pasiennya.
Selain menampilkan krida berupa literasi RSJ, Sastra dan pasangannya, Annisa menampilkan pertunjukan bakat berupa tari kreasi berjudul “KATO” Nehamaim Hintu, Ane O Katoomu Mositi Dapoghawa Tora. Sebuah tarian yang diambil dari kisah rakyat Mekongga.
