Penata Gerak Tari Kreasi KATO, Ikra mengatakan, tarian tersebut menceritakan tentang seorang permaisuri Mekongga yang diusir dari tanah Mekongga karena melanggar adat.

Usai diusir dari tanah Mekongga, kemudian permaisuri ini berlayar ke tanah Wuna, setelah sampai permaisuri ini berubah menjadi rakyat biasa dan berbaur bersama masyarakat sekitar.

Baca Juga: Sosok Andi Nurcahyati Amir Soetedjo, Guru SD Wakil Sulawesi Tenggara di Ajang Duta Pariwisata Nasional

“Dalam tariannya, penari menceritakan kembali kisah KATO tersebut dalam bentuk tarian, sembari menampilkan ekspresi dan gaya sebagai representasi dari kisah rakyat tersebut,” jelas Ikra.

Penampilan Sastra dan Annisa kemudian dinobatkan sebagai penampilan terbaik dalam ajang nasional tersebut, dan mendapat banyak pujian dari masyarakat Sulawesi Tenggara, salah satunya adalah Mudrikal Amri.