Meskipun lagunya terkenal dan dinyanyikan semua anak sekolah se-Indonesia, semasa hidup Sartono jauh dari kata mewah.

Dia tinggal sederhana di rumahnya yang berdinding kayu di Jalan Halmahera Nomor 98 Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Ia tinggal bersama sang istri tercinta, Damiyati, pensiunan guru SD setempat.

Damiyati menceritakan, Sartono mempelajari musik dan alat musik secara otodidak.

Baca juga: Sejarah Hari Guru Nasional 25 November