Saat dirawat, Prada Lucky sempat menceritakan kepada dokter mengenai penganiayaan yang dialaminya. Luka lebam, sayatan, dan bekas sundutan rokok ditemukan di tubuhnya, menunjukkan tanda-tanda kekerasan yang dialami selama berada di lingkungan satuannya. Kondisi ini membuat kesehatannya terus menurun hingga akhirnya nyawanya tak tertolong.

Ayah korban, Sersan Mayor Cristian Namo, tidak bisa menahan amarahnya atas perlakuan yang menimpa anaknya.

"Nyawa beta taruhan, hukaman cuma dua buat anak saya, hukuman mati dan pecat tidak ada di bawah itu, nyawa saya taruhan tentara saya lepas," tegasnya seperti dikutip dari Tribunnews, Sabtu (9/8/2025).

Ia menuntut agar para pelaku dipecat dari TNI dan dijatuhi hukuman mati. Menurutnya, kematian anaknya adalah persoalan nyawa yang harus dibalas dengan keadilan setimpal.

"Saya tuntut pakai hak saya sebagai manusia, ingat itu baik-baik," ujarnya.