MAKASSAR, TELISIK.ID - Kasus uang palsu yang melibatkan Syahruna menjadi perhatian publik. Ia adalah operator mesin pencetak uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Syahruna, lahir pada 1973, berasal dari Ujung Pandang Baru, Makassar. Keahliannya dalam mencetak uang palsu dipelajari dari otak kasus, Annar Salahuddin Sampetoding (ASS).
"Diajarin sama bos ASS. Terus disuruh belajar sendiri," ujar Syahruna, seperti dikutip dari tribunnews.com, Kamis (2/1/2025).
Syahruna mengaku menyesal karena ditangkap sebelum mahir sepenuhnya. Menurutnya, jika operasi pabrik uang palsu tidak terbongkar, ia mampu memproduksi uang hingga Rp 50 triliun dalam tiga hari.
"Sayangnya saya belum sempat mahir untuk mempergunakan alat itu," jelasnya.
