Ia sempat menyampaikan khutbah pertama tanpa menunjukkan tanda-tanda sakit. Namun setelah duduk sejenak dan bangkit melanjutkan khutbah kedua, mendadak ia ambruk dan tak sadarkan diri.
"Khutbah pertama belum ada tanda-tanda, setelah berdiri khutbah kedua, sepatah kata tiba-tiba ambruk jatuh," tulis pesan tersebut lebih lanjut.
Yahya Waloni yang berusia 54 tahun itu segera dilarikan ke RS Bahagia. Sayangnya, nyawa sang penceramah tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
Sosoknya dikenal karena karakter ceramah yang lugas dan penuh semangat, meskipun gaya itu juga kerap memicu kontroversi di ruang publik.
Yahya lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 30 November 1970 dari keluarga Kristen yang taat. Sebelum masuk Islam, ia dikenal sebagai pendeta yang aktif dan bahkan pernah menjabat sebagai rektor di Sekolah Tinggi Theologia Calvinis Ebenhaezer di Sorong.
