Dalam salah satu sidang, ia menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesal atas isi ceramahnya yang menimbulkan kontroversi.

Ia bahkan meminta majelis hakim agar konten ceramahnya yang menyebar di media sosial dapat dihapus. Momen tersebut menjadi titik refleksi dalam perjalanan dakwahnya yang keras dan sering disorot media.

Sebelum aktif dalam dunia ceramah, Yahya Waloni juga sempat menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) hingga tahun 2006. Pengetahuannya yang luas, baik tentang Islam maupun Kekristenan, menjadikan ceramah-ceramahnya sering dijadikan rujukan, terutama bagi mereka yang tertarik dengan perbandingan agama.

Yahya juga dikenal di media sosial karena ceramahnya yang kerap viral. Sebagian netizen menyebutnya sebagai “Ustaz Pansos”, julukan yang dipopulerkan oleh aktivis media sosial Denny Siregar.

Meski begitu, ia tetap memiliki banyak pengikut yang menilai dirinya sebagai sosok ulama yang tegas dan berani.