Sebagian besar akun penyebar informasi hanya menampilkan potongan video singkat dengan kualitas rendah dan tanpa konteks jelas. Narasi yang dibangun lebih banyak memanfaatkan rasa penasaran publik dibanding menghadirkan informasi terverifikasi.

Dalam beberapa unggahan, pengguna bahkan diarahkan membuka tautan eksternal yang belum jelas keamanannya.

Tautan yang dibagikan dengan embel-embel “full video” diduga berpotensi menjadi jebakan phishing. Modus seperti ini kerap digunakan untuk mencuri data pribadi pengguna, mulai dari kata sandi akun media sosial, alamat surel, hingga akses perangkat tertentu.

Pengguna internet diminta lebih berhati-hati sebelum mengklik link mencurigakan yang beredar luas di media sosial.

Selain itu, beberapa potongan video yang beredar disebut merupakan unggahan lama yang diedit ulang dengan narasi baru agar terlihat lebih sensasional.