"Takutnya jangan sampai SR sudah dianggarkan, lantas air tidak bisa mengalir, semua akan menjadi sia-sia. Masyarakat pun yang akan rugi," terangnya.
Politisi Hanura itu mengaku tidak akan diam melihat persoalan air bersih yang ada di Bumi Sowite. Ia telah menyusun agenda rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas PUPR untuk menuntaskan problem yang ada saat ini. Toh, sudah tidak ada masalah, maka tinggal penganggarannya yang diprioritaskan.
"Intinya, 2022 persoalan air bersih harua tuntas. Kami, siap mendukung penganggaranya secara menyeluruh," tukasnya. (A)
Reporter: Sunaryo
Editor: Haerani Hambali
