Kata Ikhsan, jika sebelumnya Pemkot Kendari ketika sidak menemukan ada kendaraan roda empat yang mengantri tidak sesuai barcode, bukan berarti mobil tersebut akan diisi BBM. Pihak operator nozel pastinya akan mengecek di sistem, apakah plat kendaraan mobil tersebut sesuai dengan barcode.
"Kalau tidak sesuai barcode pasti tidak akan diisi BBM. mobil yang kedapatan kemarin itu hanya posisi antre saja, bukan saat diisi. Yang mengantre belum tentu bisa diisi," terangnya.
Sejauh ini, pihaknya telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan. Setiap kendaraan roda empat yang mengisi BBM subsidi harus dicek kesesuaian antara nomor plat, jenis kendaraan, dan kode barcode. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihaknya tidak segan-segan mengarahkan kendaraan tersebut untuk keluar dari antrean.
"Seluruh petugas selalu diingatkan setiap hari tentang ketentuan ini. Aturan ini harus ditegakkan kepada setiap pengguna kendaraan yang ingin membeli BBM bersubsidi," tegasnya.
Ikhsan juga menegaskan sanksi tegas bagi operator yang terbukti meloloskan pelanggaran aturan dengan tetap mengisi mobil yang tidak sesuai barcode.
