Saat Telisik.id melihat kertas catatan truk yang mengantre, terlihat sudah 50 truk pendaftar yang akan melalui antrean solar di SPBU Teratai itu.

Dalam pengisian solar subsidi itu, ia mengatakan terdapat campuran yang disiapkan untuk menambah pengisian.

"Kalau kami mengisi harus pagi-pagi sekali, dia campur subsidinya 400, Dex-nya 300," katanya kepada Telisik.

Saat ini, SPBU Teratai juga tengah disoroti oleh konsorsium mahasiswa dan aktivis Sulawesi Tenggara terkait dugaan penyalahgunaan solar subsidi tersebut.

Jenderal lapangan konsorsium mahasiswa dan aktivis Sulawesi tenggara, Rabil menyampaikan, BBM bersubsidi jenis solar itu harus diperuntukkan oleh masyarakat kecil, bukan perusahaan atau pengepul.