Melansir Alodokter, Jumat (6/6/2025), masalah sperma yang tidak sehat bisa dialami oleh siapa saja, termasuk pria usia produktif. Ciri sperma tidak sehat bisa dilihat dari berbagai aspek, seperti jumlah sperma yang rendah, bentuk yang tidak normal, atau gerakan yang lambat. Hal ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesuburan yang memengaruhi kemungkinan kehamilan.

Namun, sperma yang tidak sehat bukan berarti kehamilan mustahil terjadi. Dalam banyak kasus, kehamilan tetap bisa terjadi meskipun kualitas sperma berada di bawah standar normal.

Hanya saja, kemungkinan terjadinya kehamilan akan lebih kecil dan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan kondisi sperma yang sehat.

Sperma yang tidak sehat juga dapat memengaruhi kualitas genetik embrio. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan pada janin atau penyakit bawaan.

Oleh karena itu, menjaga kualitas sperma menjadi hal penting bagi pasangan yang sedang berusaha memiliki anak.