Melansir dari Tirto, Sabtu (18/10/2025), langkah ini dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya modernisasi alutsista agar Indonesia memiliki daya tangkal memadai di kawasan.

Prabowo menyampaikan bahwa pembelian pesawat akan dilakukan setelah seluruh proses administrasi dan diplomasi antara Indonesia dan Tiongkok diselesaikan.

Selain pembelian unit, pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas pendukung seperti pelatihan pilot, pemeliharaan, serta penyediaan suku cadang agar operasionalnya berjalan maksimal.

Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Purbaya Yudhi Sadewa juga ikut menyoroti aspek pembiayaan. Ia menyebut bahwa nilai proyek pembelian mencapai miliaran dolar AS, meski rincian jumlah unit dan sumber pembiayaan belum diungkapkan secara publik.

Baca Juga: Rute Shenzhen-Manado Resmi Dibuka, Lion Air jadi Maskapai Pertama Gunakan Pesawat Buatan China C909