"Lha iya lah mereka sudah matang dan bunga di Jepang cuman 0,2 persen.
Kalau di Indonesia nanti Jokowi selesai katakan 10.000 (trlliun rupiah) bunganya saja 700 persen itu hampir 700 trilliun, kan 6,7/6,8 bunga dari hutang kita," tegasnya.
"Di Jepang itu 0,2 jadi kalau di Jepang punya 10.000 trilliun utang itu cuman 14 trilliun," lanjutnya.
Didik juga menyayangkan perihal buzzer-buzzer yang ikut campur menjelaskan masalah utang dari pada menteri-menteri terkait.
"Jadi itu yang dijadikan alasan oleh pemerintah dan itu tidak dijelaskan oleh humas, tapi buzzer-buzzer-nya saja yang menjelaskan. Orang melakukan kritik itu dihambat-hambat, melakukan check and balance dihambat," jelasnya. (C)
