Tika (20), mahasiswa lainnya, mengatakan bahwa ia beberapa kali melihat orang tidak dikenal yang nongkrong hingga malam.
"Kadang kami pulang cepat kalau sudah gelap, karena kurang lampu dan mulai sepi. Tapi selama sore masih aman,” katanya.
Meski terbengkalai secara fisik, Stadion Lakidende justru ‘hidup’ dalam fungsi sosial dan emosional baru bagi generasi muda Kendari. (A)
Penulis: Astrid Askar
Editor: Mustaqim
