Penilaian berbasis data membantu memastikan bahwa setiap pegawai yang menduduki jabatan memiliki kapasitas sesuai tanggung jawab yang melekat pada peran tersebut.

Aspek perilaku menjadi salah satu perhatian dalam rancangan penilaian baru. Integritas dipandang sebagai komponen kerja yang tidak dapat dipisahkan dari pencapaian target organisasi.

Aris menegaskan bahwa tuntutan masyarakat terhadap layanan publik yang bersih dan akuntabel semakin kuat, sehingga pengukuran sikap dan prinsip etis memerlukan instrumen yang dapat diverifikasi.

Baca Juga: Pendaftaran Program Magang Kemendagri 2025 Dibuka, Berikut Syaratnya

“Pengukuran moralitas menjadi penting untuk menjawab kebutuhan terhadap objektivitas penilaian seiring dengan perubahan dinamika sosial dan tuntutan masyarakat terhadap integritas,” lanjut Aris.