Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman Cek Sawah di Amohalo dan Sungai Wanggu Kendari, Korban Banjir Keciprat Rp 500 Juta

Sementara itu, Kepala BPBD Kendari, Cornelius Padang, mengatakan status tanggap darurat diberlakukan demi penanganan banjir lebih maksimal dan terkoordinasi.

"Status tanggap darurat ini supaya penanganan banjir lebih maksimal karena melibatkan berbagai pihak," ungkapnya.

Tercatat data BPBD, dampak banjir sejak 9 Mei 2026, sudah merendam 797 rumah, dengan total 3.517 warga terdampak per 11 Mei 2026.

Warga terdampak banjir tersebar di 14 kelurahan dan enam kecamatan di Kota Kendari. (B)