KENDARI, TELISIK.ID - Memilki skill dan keahlian nampaknya menjadi sebuah kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap orang. Terlebih bagi  mahasiswa yang bakal terjun ke dunia kerja atau pasar industri, yang menuntut keahlian bukan hanya sekedar miliki teori.

Melihat hal tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari, mencoba menyiapkan para mahasiswa dan alumni agar memilki skill dan kompetensi keahlian sesuai dengan bidang keahliannya. Bukan hanya sekedar mengandalkan ijazah dan transkrip nilai, tetapi harus memilki kemampuan dan keterampilan khusus.

Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tersebut, telah menerapkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang didapatkan melalui uji kompetensi, sebagai syarat kelulusan mahasiswa berdasarkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dan menjadikan STIE 66 Kendari menjadi PTS pertama di Sulawesi Tenggara yang menerapkan program tersebut.

Ketua STIE 66 Kendari, Dr. Bahtiar Abbas mengatakan, ini menjadi sebuah langkah kongkrit bagi STIE 66 Kendari untuk bisa menciptakan SDM yang memang dibutuhkan oleh dunia kerja.

"Kebijakan ini sebenarnya sudah diterbitkan sejak lama oleh Kemendikbud, hanya saja kampus-kampus masih belum bisa menerapkan. Untuk di STIE 66 Kendari, kami sudah terapkan dari tahun 2017 hanya saja masih beberapa orang yang ikut. Tapi di tahun ini jumlahnya meningkat yaitu sekitar 115 orang," ucapnya, Kamis (16/6/2022).