Maka yang dibutuhkan adalah paradigma politik dan ekonomi yang baku agar bisa menjadi solusi hilangnya kemiskinan dan pengangguran. Tidak ada pilihan lain selain syariat Islam. Bukan tanpa alasan jika menyodorkan solusi Islam, sebab pada faktanya Islam bukan hanya sebagai pengatur ibadah hambaNya, tapi juga sistem hidup dan kehidupan, yang Allah berikan bagi seluruh manusia.
Jika disandarkan pada manusia, jelas akan hancur dan terjadi bencana sebagaimana hari ini, namun jika disandarkan kepada Allah Sang Pencipta dan Pemilik alam semesta beserta isinya, Zat yang tidak memiliki kepentingan terhadap manusia jelas akan membawa berkah.
Baca Juga: Gaza Tidak Butuh Solusi Dua Negara
Islam memberikan pemahaman bahwa negara adalah pelayan masyarakat, yang memiliki kewajiban menjamin semua kebutuhan dasar masyarakat per individu mulai kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Imam/Khalifah adalah penggembala (raa'in), dan dialah yang bertanggungjawab terhadap gembalaannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Pemenuhan kebutuhan itu terbagi dalam dua mekanisme, langsung dan tidak langsung. Langsung dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan dan keamanan. Negara wajib menyediakan baik pembangunan gedungnya, menyediakan dokter dan tenaga kesehatannya, teknologi dan penelitian terkini, sarana dan prasarana yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan keamanan.
