"Bulog hanya membeli beras dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 11.000 per kilogram. Kami juga memantau perkembangan di lapangan, di mana petani di Sultra masih dalam masa panen dan menghasilkan sekitar 300-500 ton beras setiap harinya," kata Siti Mardati.

Selain beras, Bulog Sultra juga telah menyiapkan stok pangan lainnya, termasuk 2.000 ton beras premium yang diperuntukkan bagi kebutuhan pada bulan Desember 2024, serta 7.000 hingga 8.000 ton beras untuk program Stabilisasi Harga Pangan (SPHP).

Stok lainnya, seperti gula pasir, mencapai 650 ton, sementara minyak goreng tercatat sebanyak 620 liter. Semua bahan pangan ini telah tersebar di berbagai gudang Bulog yang ada di seluruh Sultra.

"Stok pangan ini dipastikan akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga triwulan pertama tahun 2025. Bahkan, jika ada tambahan panen dari petani lokal, stok beras kami diperkirakan akan semakin bertambah," tambahnya.

Dengan adanya pasokan yang cukup, diharapkan dapat menjaga kestabilan harga dan mencegah kelangkaan pangan di Sultra, terutama menjelang akhir tahun dan awal tahun baru.