"Saya banyak jual encer karena stok sedikit. Sales dari distributor Ruteng juga jarang ke Reok untuk antar minyak goreng ke toko-toko, terpaksa kios pengecer di Reok banyak ambil langsung di distributor," ngakunya.
Telisik.id mencoba menelusuri lagi beberapa mini market di Kota Reo. Ternyata benar adanya. Salah satu mini market, yakni Toko Jaharan juga mengaku kehabisan stok. Mini Market Bandung Utama Group pun terpantau demikian.
"Minyak goreng lagi kosong, kami juga kesulitan. Seles dari distributor Ruteng juga sudah pernah informasi ke kami bahwa minyak goreng memang tidak ada. Kelangkaan minyak goreng yang terjadi karena memang tidak adanya distribusi dari Ruteng" kata Asri salah satu karyawan Toko Jaharan Reo.
Asri mengaku, ukuran minyak goreng 2 liter ia jual dengan harga Rp 53.000 dan harga 1 liter Rp 25.000. Hal itu dilakukannya karena pembeliannya juga mahal.
Ada pula kios pengecer dekat TPI Reo yang mengaku saking sulit mendapatkan minyak goreng ia terpaksa membeli langsung dari luar daerah, yakni Bima Nusa Tenggara Baray (NTB) karena memang stok dari agen dan distributornya kurang. Minyak goreng itu pun terpaksa ia jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) karena berpikir dari sisi keuntungan ekonomis.
