KENDARI, TELISIK.ID - Pasokan semen di Kota Kendari dilaporkan berkurang drastis dalam beberapa waktu terakhir. Kelangkaan ini otomatis mendongkrak harga, membuat warga yang sedang membangun rumah harus mengeluarkan biaya lebih besar dari yang direncanakan.

Harga semen di pasaran Kota Kendari mengalami kenaikan rata-rata Rp 10.000 per sak. Kenaikan ini disertai dengan sulitnya warga mendapatkan stok dengan harga normal.

Seorang warga dari Kelurahan Anggoeya, Syakir mengatakan, beberapa Minggu terakhir ia kesulitan mendapatkan semen di Kota Kendari. Tonasa ukuran 50 kilogram yang biasanya dijual Rp 90.000, kini melonjak menjadi Rp 100.000. Sementara itu, Semen Bosowa ukuran 40 kilogram yang dulunya Rp 77.000, kini dibanderol seharga Rp 88.000.

"Jadi rata-rata naiknya sekitar Rp 10.000 per karung. Kalau cari yang harganya normal sekarang sangat susah, karena semua toko bahan bangunan sudah ikut menaikkan harganya," jelas Syakir, Sabtu (31/10/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga ini tentu membuat biaya pembangunan rumah membengkak jauh dari rencana awal. Kini ia dihadapkan pada, apakah harus menunda pembangunan sampai harga semen kembali turun, atau tetap melanjutkan meskipun harus merogoh kocek lebih dalam.