"Namun kami belum tahu pasti kapan harganya akan kembali normal, atau justru memang tidak akan turun lagi," ujarnya.

Sementara itu, Ati yang mengelola salah satu toko bahan bangunan di Kota Kendari mengungkapkan, kelangkaan semen ini sudah dirasakan sejak akhir September lalu.

Ia sendiri belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab sulitnya stok semen di pasaran saat ini.

Setahunya, setiap toko bahan bangunan kini mendapat pembatasan pasokan dari pihak distributor, sehingga jumlah semen yang diterima jauh lebih sedikit dibandingkan biasanya, yang kemudian mendorong kenaikan harga di pasaran.

"Kami tidak tahu pasti apa penyebab stok dibatasi dari distributor, yang jelas jumlah pasokannya berkurang dari biasanya," jelasnya.