Ishar mengaku, kekosongan vaksin di Mubar menandakan antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin semakin tinggi.

Olehnya itu, kata dia, Pemprov juga harus realistis dalam membagikan vaksin di Mubar. Menurutnya, pembagian vaksin tersebut tidak adil, dimana kata Ishar Mubar, diprioritaskan karena progres pencapaian vaksinasi di Mubar masuk empat besar se Sultra.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Meningkat, Mubar Masuk Zona Kuning

Baca Juga: Profil Agista Ariany, Sosok yang Dikenal Ramah Masyarakat Sultra

"Kan kita masuk empat besar dari 17 daerah se Sultra dalam hal progres vaksinasi. Harusnya kita yang diprioritaskan, kalau permintaan 800 minimal kita dikasi setegah dari permintaan itu. Di Buton Tengah dia mendapatkan 250 viar, jauh selisih dengan jatah Mubar," ujarnya.