Selama ini, Wahid sebagai Ketua IDI Muna-Mubar sekaligus DPJP terus membantu para dokter di Mubar terkait penanganan pasien COVID-19. Hal itu dikarenakan, Mubar kekurangan SDM, khususnya tidak adanya dokter ahil penyakit dalam.
"Boleh tanya dr Syahrir, Direktur RS Mubar, saya terus membantu mereka saat konsultasi," ujarnya.
Prinsipnya, Tim Satgas Muna sudah sangat profesional dalam menangani COVID-19. Bahkan, telah diapresiasi oleh Tim Satgas Sultra. Bahkan, ada pula DPRD daerah lain melakukan kunjungan kerja di RS Raha dalam rangka belajar strategi dalam menemukan COVID-19 positif yang begitu baik hingga cara meningkatkan jumlah pasien yang sembuh.
"Kami sudah teruji. Beda dengan RS Mubar, tidak merawat pasien, tetapi begitu sembuh mereka promosi keberhasilan luar biasa, sampai-sampai surat keterangan sembuh pasien yang kami rawat diposting di media sosial. Maaf ini saya bisa katakan politisasi untuk mencapai tujuan tertentu meskipun melanggar kode etik kedokteran," sentilnya.
Reporter: Sunaryo
