Bahkan bisa dikatakan, perayaan Valentine’s Day merupakan salah satu penyimpangan akidah. Hal ini senada dengan hadits Rasulullah SAW “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. at-Tirmidzi).
Baca Juga: Membangun Ekonomi dari Kekuatan UKM
Jangan sampai, karena alasan trend dan gaul, kita justru melanggar syariat Islam. Karena bisa jadi perayaan yang dilaksanakan satu malam saja justru menggugurkan keimanan kita. Padahal kita tahu konsekuensi syahadat adalah menjalanakan syariat-Nya baik itu Al-Qur’an maupun As-Sunnah.
Ingatlah, bahwa sebaik-baik muslim adalah yang senantiasa memurnikan ketaatannya kepada Allah SWT, tanpa sejengkal pun melanggar syariat-Nya. Karena akan ada konsekusensi yang kelak akan ditanggung, yakni pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Maka, sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita tidak ikut-ikutan budaya kaum sekuler yang hanya melampiaskan hawa nafsu mereka dengan berdalih bahwa apa yang mereka lakukan adalah atas nama cinta dan kasih sayang.
