KENDARI, TELISIK.ID - Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 di Sulawesi Tenggara menjadi lebih dari sekadar ajang keagamaan. Di balik lantunan ayat suci, kegiatan ini dipandang sebagai momentum kebangkitan moral, ilmu dan peradaban bangsa.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah.
“Menjadi tuan rumah STQH adalah kehormatan sekaligus amanah. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh tamu dan kafilah merasa hangat dan nyaman di Bumi Anoa,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai yang terkandung dalam kegiatan ini jauh lebih dalam dari sekadar kompetisi.
“STQH bukan hanya tentang membaca dan menghafal Al-Quran, tapi bagaimana menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran tidak hanya dibaca, tapi diamalkan. Hadis bukan sekadar dihafal, tapi menjadi pedoman moral dan akhlak,” tegasnya.
