Baca Juga: Gegara Belum Isi Daftar Riwayat Hidup, Puluhan CASN Muna Terancam Molor Kantongi NIP
"Jadi kita bekerja berdasarkan Pepres nomor 72 tentang percepatan penurunan stunting agar masing masing OPD terkait dapat bekerja sesuai dengan fungsinya agar stunting di Kolaka Timur bisa diturunkan dan kalau bisa menjadi nol persen," sambungnya.
Lebih lanjut kata Mustakim, sebaiknya Koltim bisa meraih bonus demografi, artinya, jumlah penduduk yang ada bisa berdaya saing untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 mendatang.
"Tahun 2030 sesuai dengan target estijis kita harap sudah jadi nol di Kolaka Timur," harapnya.

