Baca juga: Ngotot Tampil di Pilkada Muna, La Pili Siap Lepas PKS

"Gerindra berusaha menggunakan politik Injury Time agar nilai jual partai ini memiliki nilai jual yang tinggi di mata para kandidat," terang Najib, Kamis (6/8/2020).

Dosen Ilmu Politik UHO ini juga mengungkapkan, berdasarkan pernyataan Andi Ady Aksar di Kendari, Rabu (5/8/2020) kemari, Gerindra ingin menjadikan Pilkada sebagai ajang uji coba pemilihan Gubernur Sultra 2023 mendatang. Olehnya itu, Gerindra berusaha mendorong satu calon yang berasal dari Gerindra.

"Kalau seperti itu, niat yang ingin dilakukan Ketua DPD Gerindra Sultra, berarti sepertinya dia berusaha untuk mendorong figur-figur yang agak kosong dari Parpol, dalam artian sepertinya dia cenderung mendukung penantang dari pada petahana," jelasnya.

"Kenapa saya berpikir demikian? Karena di tujuh kabupaten sudah pasti petahana ikut semua, tinggal kemudian bagaimana penantang ini yang masih mencari celah untuk mendapatkan Parpol. Seperti itu bacaan saya," pungkasnya.