Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Kolaka Utara Kembali Bertambah Satu

Pemanfaatan media oleh kandidat sebagai mesin politik di situasi pandemi, Najib mengatakan perlunya kandidat membentuk sebuah tim yang disebut sebagai Tim Media untuk memformat sebuah pesan singkat tetapi mudah untuk ditangkap oleh publik.

“Dengan cara ini sehingga kedekatan antara kandidat dan pemilih tidak terputus dengan adanya COVID-19 ini,” jelas Najib.

Kendati demikian, akademisi UHO ini menyarankan kandidat untuk tetap menggunakan strategi tradisional dengan face to face atau tatap muka. Sehingga dengan begitu strategi politik kandidat lebih bervariasi.

Untuk memuluskan strategi tatap muka di tengah imbauan penerapan social distancing, para kandidat harus mampu membaca peluang atau celah untuk turun di lapangan tanpa harus mengumpulkan masyarakat yang melanggar protokol COVID-19, namun tetap bisa menjangkau para pemilih.