Setelah Jakarta, mencuat opsi membatalkan pencalonan Airin-Ade Sumardi, yang diusung oleh Golkar-PDIP di Banten. Sedangkan yang diusung KIM Plus adalah Andra Soni-Dimyati Natakusumah, setelah Airin dan Golkar menolak usulan pasangan Airin-Andra Soni.
Andra Soni-Dimyati Natakusumah harus diakui elektabilitasnya rendah, bahkan tak berdaya. Maka rekayasa seperti mengusung Ridwan Kamil-Suswono yang elektabilitasnya lemah dilakukan.
Membatalkan pencalonan Airin dengan bergabungnya Golkar bersama KIM Plus mendukung Andra Soni-Dimyati Natakusumah pilihannya, kemudian menghadirkan calon tunggal dari dukungan partai politik melawan kotak kosong. Rencana ini yang dapat diterka dari wacana membatalkan Airin sebagai calon gubernur.
Opsi membatalkan pencalonan Airin sebagai calon gubernur berdampak langsung bahwa pasangan Airin-Ade otomatis juga batal dan PDIP hanya sebagai penonton kembali layaknya di Jakarta.
Pilihan keputusan ini kemungkinan besar akan dilakukan oleh Golkar demi solid dalam barisan koalisi. Ini jelas menunjukkan KIM Plus bukan ingin menyingkirkan dinasti politik, tapi KIM Plus ingin menguasai 5 daerah Jawa + 1 Sumatra Utara.
