Demi obsesi menguasai 5 daerah Jawa plus 1 Sumatra Utara, maka Presiden Jokowi dan capres terpilih Prabowo mendesain politik di Pilkada. Dua daerah adalah untuk kepentingan Jokowi yakni Jawa Tengah dan Sumatra Utara karena Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep yang merupakan keluarga besar Jokowi mencalonkan diri di dua daerah tersebut.

Meskipun, Jawa Tengah dan Sumatra Utara juga diperhitungkan oleh Prabowo dengan tambahan empat daerah lainnya Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jakarta. Keenam daerah itu utamanya 5 daerah Jawa adalah untuk kepentingan Prabowo menyalurkan program makanan bergizi gratis tanpa diganggu oleh nuansa politik dari oposisi seperti Jakarta misalnya.

Upaya Presiden Jokowi Mengatur Pilkada

Refleksi yang terjadi saat ini adalah bobroknya tiga pilar demokrasi: eksekutif, legislatif, dan partai politik. Indonesia saat ini sedang menghadapi kemunduran demokrasi, ini berakar dari tekanan kuat yang dilakukan oleh penguasa politik, utamanya Presiden Jokowi.

Hasrat kekuasaan yang tinggi dari Jokowi sebagai presiden, yang mengutamakan ambisi pribadi, keluarga, dan kelompoknya, telah mendorongnya untuk menggunakan pengaruh dan mekanisme politik serta hukum dengan cara-cara yang tidak etis.