Oleh: Efriza
Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan
BANYAK yang berpikir Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya petugas partai semata. Mereka juga meragukan kemampuan berpolitik Jokowi. Padahal sebaliknya, ia sangat pandai berpolitik, ia pandai “mendayung” perahunya bergerak ke kiri dan ke kanan agar tetap berjalan sesuai kehendaknya. Bahkan, saking cerdasnya banyak politisi senior yang di prank oleh dirinya.
Prank berdasarkan pengertiannya dalam kata kerja dan benda adalah gurauan, untuk mengerjai, untuk memperdayai, dan untuk mengolok-ngolok. Beberapa peristiwa politik telah menunjukkan Jokowi bisa membuat orang ke-gr-an, akhirnya baper (bawa perasaan), bahkan emosional.
Prank yang dilakukan Jokowi pada dasarnya dapat dianggap strategi politik Jokowi, ia menciptakan permainan politik dalam pengambilan keputusannya, ia menunggu momentum untuk menunjukkan sikap yang sebenarnya. Terkesan Presiden Jokowi seperti plin-plan, padahal tujuan yang sebenarnya hanya menunggu momentum, akhirnya banyak yang kecele (kecewa), tetapi Presiden Jokowi pasti tersenyum meski hanya dihati.
